Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Orang itu duduk dan mengamati dalam beberapa jam ketika kupu-kupu itu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya kupu-kupu itu telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya. Namun, kupu-kupu itu mempunyai tubuh gembung dan kecil serta sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh kupu-kupu itu, yang mungkin akan berkembang.
Namun semuanya tidak akan pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bisa terbang.
Yang tidak dimengerti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Ada beberapa hal yang bisa kita ambil sebagai hikmah dari kejadian ini. Perjuangan kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, diri kita tidak akan berkembang. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.
Yang kedua, bisa jadi niat baik kita terhadap seseorang atau sesuatu hal tidak selalu memberikan kebaikan sebagaimana yang kita harapkan. Bahkan niat baik itu justru semakin membawa keburukan...Hanya kepada Allah lah aku pasrahkan semua persoalan, Engkaulah sebaik-baik tempat kembali.
Rabu, 28 Oktober 2009
Minggu, 25 Oktober 2009
Sekedar sebuah catatan
Kemarin aku 2 hari mengikuti pelatihan AMT di Kaliurang...ada beberapa pengalaman menarik yang kudapatkan. Dari segi materi memang aku pernah mendapatkan hampir semua materi yang diberikan dari pelatihan-pelatihan ya ng pernah aku ikuti sebelumnya. Walaupun begitu, aku merasa tetap membutuhkan pelatihan seperti ini untuk menumbuhkan kembali semangat untuk meraih semua mimpi yang ada dalam kepalaku yang mungkin mulai tergerus atau bahkan kehilangan energi untuk meraihnya.
Ketika diminta untuk menuliskan tujuan hidup dan cita-cita yang ingin diraih dimasa depan beserta dengan tingkat kepentingan dan tingkat kesulitan bagi diri kita masing-masing aku jadi ingat kembali dengan cita-cita yang ingin kuraih sejak 2 tahun yang lalu. Tahu gak apa cita-citaku..he2, klo dulu 5 tahun yang lalu ketika pertama kali mendapatkan pelatihan tentang motivasi aku hanya menuliskan secara global, bahwa dalam sekian tahun mendatang aku ingin berkiprah di tingkat Sleman, lalu Jogja, Indonesia dan juga di tingkat Internasional. Kemudian dengan pengalaman dan informasi yang kudapatkan, 3 tahun kemudian aku lebih memfokuskan cita-citaku dengan lebih spesifik menjadi apa supaya bisa berkiprah di Sleman,Jogja, Indonesia dan juga di tingkat dunia. Dan ketika kemarin aku menuliskan lagi cita-citaku itu kemarin, masih seperti yang kutuliskan 2 tahun yang lalu, masih persis sama, dan aku yakin aku masih dalam jalur yang sesuai dengan cita-citaku itu.
Tahu gak apa cita-citaku, di akhir puncak karir formal aku ingin menjadi seorang menteri pendidikan. Tapi ternyata, menurut fasilitator aku memiliki cita-cita yang tinggi tapi semangat untuk meraih prestasiku biasa-biasa aja, bahkan hasrat untuk berkuasaku juga rendah, jadi kebalikan sekali dengan mimpinya..he2. Mau berubah gak akh? 84% keberhasilan kita itu akan tergantung pada diri kita sendiri, dan 16% berikutnya tergantung pada dorongan eksernal.
Kemudian, di pelatihan kali ini satu-satunya cita-citaku yang tingkat kepentingannya tinggi sekali tapi tingkat kesulitannya juga tinggi sekali cuma satu...menikah..he2. Gimana bisa dapat S2, S3 ke Luar Negeri, jadi Profesor atau bahkan jadi menteri pendidikan kalau menikah aja susah..he2.
Yang kedua, di sesi terakhir sebelum tidur ada materi refleksi...Subhanallah, beberapa peserta menangis. Dan ketika mereka menceritakan pengalamannya kenapa mereka bisa tersentuh hatinya, aku harus bilang aku cukup terkejut. Ada beberapa orang yang baru bisa kusadari betapa mereka sangat tegar dengan masalah yang sedang dihadapi. Beliau tetap bisa tersenyum walaupun ayahnya sedang sakit keras dan beliau tidak bisa menemani karena harus bekerja di luar daerah yang ratusan ato bahkan ribuan kilometer jaraknya dari sang ayah. Kemudian ada yang sangat terharu karena belum sempat minta maaf kepada ibunya, dan ia juga tidak bisa pulang idul fitri kemarin. Aku mengenal beliau sudah cukup lama, walau tidak kenal terlalu banyak. Dan mendengar cerita beliau kemarin dan membandingkannya dengan ketika dulu pernah terlibat dalam kegiatan bersama di kampus....subhanallah..beliau memang hebat..the most important is..keep your smile J you are too cool.. L...he2.
insyaAllah aku akan mencoba lebih serius lagi untuk berubah..10 bulan terakhir ini aku banyak menghabiskan waktuku dengan hal yang tidak bermanfaat. Aku telah melukai hati beberapa orang yang sangat baik terhadapku seiring dengan penurunan standarku akan nilai kebaikan yang selama ini kubangun. Memang aku akui, dalam 1,5 tahun terakhir cukup banyak benteng kebaikan yang mulai lepas dariku satu demi satu. Kadang terbersit dalam diriku untuk menyalahkannya, tapi harus kuakui, dia tidak salah sama sekali..semuanya tergantung pd diriku sendiri..mana jalan yang kupilih.
Ketika diminta untuk menuliskan tujuan hidup dan cita-cita yang ingin diraih dimasa depan beserta dengan tingkat kepentingan dan tingkat kesulitan bagi diri kita masing-masing aku jadi ingat kembali dengan cita-cita yang ingin kuraih sejak 2 tahun yang lalu. Tahu gak apa cita-citaku..he2, klo dulu 5 tahun yang lalu ketika pertama kali mendapatkan pelatihan tentang motivasi aku hanya menuliskan secara global, bahwa dalam sekian tahun mendatang aku ingin berkiprah di tingkat Sleman, lalu Jogja, Indonesia dan juga di tingkat Internasional. Kemudian dengan pengalaman dan informasi yang kudapatkan, 3 tahun kemudian aku lebih memfokuskan cita-citaku dengan lebih spesifik menjadi apa supaya bisa berkiprah di Sleman,Jogja, Indonesia dan juga di tingkat dunia. Dan ketika kemarin aku menuliskan lagi cita-citaku itu kemarin, masih seperti yang kutuliskan 2 tahun yang lalu, masih persis sama, dan aku yakin aku masih dalam jalur yang sesuai dengan cita-citaku itu.
Tahu gak apa cita-citaku, di akhir puncak karir formal aku ingin menjadi seorang menteri pendidikan. Tapi ternyata, menurut fasilitator aku memiliki cita-cita yang tinggi tapi semangat untuk meraih prestasiku biasa-biasa aja, bahkan hasrat untuk berkuasaku juga rendah, jadi kebalikan sekali dengan mimpinya..he2. Mau berubah gak akh? 84% keberhasilan kita itu akan tergantung pada diri kita sendiri, dan 16% berikutnya tergantung pada dorongan eksernal.
Kemudian, di pelatihan kali ini satu-satunya cita-citaku yang tingkat kepentingannya tinggi sekali tapi tingkat kesulitannya juga tinggi sekali cuma satu...menikah..he2. Gimana bisa dapat S2, S3 ke Luar Negeri, jadi Profesor atau bahkan jadi menteri pendidikan kalau menikah aja susah..he2.
Yang kedua, di sesi terakhir sebelum tidur ada materi refleksi...Subhanallah, beberapa peserta menangis. Dan ketika mereka menceritakan pengalamannya kenapa mereka bisa tersentuh hatinya, aku harus bilang aku cukup terkejut. Ada beberapa orang yang baru bisa kusadari betapa mereka sangat tegar dengan masalah yang sedang dihadapi. Beliau tetap bisa tersenyum walaupun ayahnya sedang sakit keras dan beliau tidak bisa menemani karena harus bekerja di luar daerah yang ratusan ato bahkan ribuan kilometer jaraknya dari sang ayah. Kemudian ada yang sangat terharu karena belum sempat minta maaf kepada ibunya, dan ia juga tidak bisa pulang idul fitri kemarin. Aku mengenal beliau sudah cukup lama, walau tidak kenal terlalu banyak. Dan mendengar cerita beliau kemarin dan membandingkannya dengan ketika dulu pernah terlibat dalam kegiatan bersama di kampus....subhanallah..beliau memang hebat..the most important is..keep your smile J you are too cool.. L...he2.
insyaAllah aku akan mencoba lebih serius lagi untuk berubah..10 bulan terakhir ini aku banyak menghabiskan waktuku dengan hal yang tidak bermanfaat. Aku telah melukai hati beberapa orang yang sangat baik terhadapku seiring dengan penurunan standarku akan nilai kebaikan yang selama ini kubangun. Memang aku akui, dalam 1,5 tahun terakhir cukup banyak benteng kebaikan yang mulai lepas dariku satu demi satu. Kadang terbersit dalam diriku untuk menyalahkannya, tapi harus kuakui, dia tidak salah sama sekali..semuanya tergantung pd diriku sendiri..mana jalan yang kupilih.
Kamis, 18 Desember 2008
Menikah ternyata (tak) semudah itu
Wah..lama banget gak posting..he2
31 Desember...penghujung tahun 2008.
Pada akhirnya tahun ini akan berganti juga, kemarin tanggal 30 Desember...umurku genap 26 tahun berarti target menikah diusia 25 tahun tidak bisa tercapai.
Iya akhi..di bulan oktober itu aku membuat sebuah target yang harus kucapai sampai dengan akhir desember 2008 ini. Yang pertama aku ingin bekerja di industri di daerah bekasi atau yang kedua aku ingin diterima jadi PNS dan yang ketiga ingin menikah. Dan pada akhirnya dengan semua usaha yang sudah kulakukan aku baru bisa meraih target pertama dan kedua, sedangkan yang ketiga masih belum bisa kuraih.
Alhamdulillah aku diterima jadi PNS di UNY, belum resmi sih karena masih harus menunggu SK turun. Mungkin nanti sekitar bulan april baru bisa turun SKnya. Aku tidak menyangka bahwa aku bisa diterima kalau aku mengingat saingan-saingan yang ikut ujian tes dosen bareng aku. Ada alumni lulusan tercepat di kampus, ada mahasiswa berprestasi yang cum laude, ada mahasiswa S2 yang tinggal mengikuti ujian tesisnya...tapi kok yang diterima ibnu. Apalagi klo mengingat proses ujian tahap kedua yang aku lalui. yang pertama pada saat tes TOEFL...ini TOEFL pertamaku, aku bahkan belum pernah ikut tes TOEFL sama sekali. Sedangkan yang lain ada yang sudah ikut tes 2 kali bahkan 4 kali. Aku sendiri ramadhan kemarin ikut les bahasa inggris tapi cuma istiqomah 2 minggu, habis itu juga bolosan...lagipula pas ujian, malamnya aku malah liqo sampai jam 01.00 dinihari di Bantul dan tidak bisa full mempersiapkan diri. aku jadi penasaran, berapa ya skor TOEFL ku di ujian kemarin (aku penasaran banget).
Tes yang kedua lebih mengherankan lagi kayaknya...he2. Dari 3 dosen yang menguji kami semua..aku juga tidak bisa menjawab dengan maksimal..(walau aku tahu peserta yang lain juga sama saja..). Apalagi pas pertanyaan terakhir dari PD II.."Klo menghadapi mahasiswa yang bermasalah, susah diatur, nakal, dll..apa yang akan anda lakukan?". Dengan PeDenya aku menjawab,"Boleh bercanda pak...klo ada anak yang kayak gitu sih akan saya suruh dia mengaji pak...he2". Ketawa deh para penguji..Dalam pikiran bapak-bapak itu, anaknya bakal aku suruh baca al qur'an..tapi sebenarnya aku akan me-liqoi anak itu..he2.
By the way..semoga ya amanah ini bisa memberikan kebaikan bagi ibnu, sebagaimana do'a yang kubaca dalam sholatku 3 bulan terakhir ini...Ya Allah yang maha kaya, yang mengatur rizky setiap hambaNya..aku mohon kepadaMu supaya bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa meningkatkan derajatku di mataMu dan di mata masyarakat, bisa meneguhkan peran da'wahku ditengah-tengah masyarakatku dan membawa kebaikan bagi keluargaku, memberikan kebanggaan bagi orang tuaku dan membawa hidayah bagi keduanya. Amin.
Sedangkan untuk targetku yang ketiga...waduh..payah banget..capek deh ibnu ni.
Dalam 3 bulan ini, sudah 3 orang akhwat yang menolak untuk berproses denganku...klo ditambah sama yang pas ramadhan berarti ada 4 orang...gimana gak kecapekan cari istri klo begini..he2. Aku bisa memahami alasan mereka semua sih...memang alasanya demi kebaikan semua. Ada yang memang karena sudah punya calon suami, ada yang karena tidak mau tinggal di jogja dan ada yang menolak karena menilai proses yang kujalani tidak sesuai dengan peraturan jama'ah dakwah ini. Untuk alasan pertama dan kedua..aku memang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, tapi untuk alasan yang ketiga...Wuihh..Aku sempat sih mengajukan alasan-alasan dan latar belakangnya kenapa..tapi tetap saja tidak bisa diterima. Ya udah..emang aku baru bisa berpikir dengan alasan kemaslahatan, tapi mereka sudah pada taraf keberkahan (aku memang belum beruntung bisa berjodoh dengan akhwat-akhwat sebaik antum semua). Any way..Aku mendoakan kebaikan untuk antum semua.
Refleksi....
Tahun 2008 ini aku bisa membuat kemajuan yang lumayan untuk ukuran diriku...(aku tidak mengukurnya dengan standar orang lain ya). Aku bisa menyelesaikan studiku, Mendapatkan pekerjaan yang baik, SMK ku mendapatkan murid 2 kelas, aktifitas dakwah mengalami kemajuan yang cukup signifikan di beberapa tempat, Bapak mulai sholat lagi...(ini kado terbaik di hari ultahku di penghujung 2008 ini..alhamdulillah ya Allah), Orang-orang disekitarku sudah mulai menerima dakwah dan ikut berpartisipasi di dalamnya.
Di tahun 2008 ini juga masih ada target yang belum bisa kuraih..belum jadi menikah, mutarabbiku tidak produktif dalam aktifitas takwiniyahnya (tapi alhamdulillah mereka membuat prestasi dalam bidang yang lain..juara LKTM, lulus, langsung kerja trus naik haji, membuat tulisan yang masuk di koran, dll), dan aku belum bisa membangun komunikasi yang baik dengan bapak.
Bersyukur dengan segala yang ada....ingatlah Allah sesuai dengan persangkaan hambaNya, sesungguhnya Allah itu dekat dengan kita. Jika kita mendekati Allah dengan merangkak maka Allah akan mendekati kita dengan berjalan, jika kita mendekati Allah dengan berjalan maka Allah akan mendekati kita dengan berlari, dan jika kita mendekati Allah dengan berlari maka Allah akan medekati kita dengan lebih cepat lagi...demikian pula sebaliknya.
31 Desember...penghujung tahun 2008.
Pada akhirnya tahun ini akan berganti juga, kemarin tanggal 30 Desember...umurku genap 26 tahun berarti target menikah diusia 25 tahun tidak bisa tercapai.
Iya akhi..di bulan oktober itu aku membuat sebuah target yang harus kucapai sampai dengan akhir desember 2008 ini. Yang pertama aku ingin bekerja di industri di daerah bekasi atau yang kedua aku ingin diterima jadi PNS dan yang ketiga ingin menikah. Dan pada akhirnya dengan semua usaha yang sudah kulakukan aku baru bisa meraih target pertama dan kedua, sedangkan yang ketiga masih belum bisa kuraih.
Alhamdulillah aku diterima jadi PNS di UNY, belum resmi sih karena masih harus menunggu SK turun. Mungkin nanti sekitar bulan april baru bisa turun SKnya. Aku tidak menyangka bahwa aku bisa diterima kalau aku mengingat saingan-saingan yang ikut ujian tes dosen bareng aku. Ada alumni lulusan tercepat di kampus, ada mahasiswa berprestasi yang cum laude, ada mahasiswa S2 yang tinggal mengikuti ujian tesisnya...tapi kok yang diterima ibnu. Apalagi klo mengingat proses ujian tahap kedua yang aku lalui. yang pertama pada saat tes TOEFL...ini TOEFL pertamaku, aku bahkan belum pernah ikut tes TOEFL sama sekali. Sedangkan yang lain ada yang sudah ikut tes 2 kali bahkan 4 kali. Aku sendiri ramadhan kemarin ikut les bahasa inggris tapi cuma istiqomah 2 minggu, habis itu juga bolosan...lagipula pas ujian, malamnya aku malah liqo sampai jam 01.00 dinihari di Bantul dan tidak bisa full mempersiapkan diri. aku jadi penasaran, berapa ya skor TOEFL ku di ujian kemarin (aku penasaran banget).
Tes yang kedua lebih mengherankan lagi kayaknya...he2. Dari 3 dosen yang menguji kami semua..aku juga tidak bisa menjawab dengan maksimal..(walau aku tahu peserta yang lain juga sama saja..). Apalagi pas pertanyaan terakhir dari PD II.."Klo menghadapi mahasiswa yang bermasalah, susah diatur, nakal, dll..apa yang akan anda lakukan?". Dengan PeDenya aku menjawab,"Boleh bercanda pak...klo ada anak yang kayak gitu sih akan saya suruh dia mengaji pak...he2". Ketawa deh para penguji..Dalam pikiran bapak-bapak itu, anaknya bakal aku suruh baca al qur'an..tapi sebenarnya aku akan me-liqoi anak itu..he2.
By the way..semoga ya amanah ini bisa memberikan kebaikan bagi ibnu, sebagaimana do'a yang kubaca dalam sholatku 3 bulan terakhir ini...Ya Allah yang maha kaya, yang mengatur rizky setiap hambaNya..aku mohon kepadaMu supaya bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa meningkatkan derajatku di mataMu dan di mata masyarakat, bisa meneguhkan peran da'wahku ditengah-tengah masyarakatku dan membawa kebaikan bagi keluargaku, memberikan kebanggaan bagi orang tuaku dan membawa hidayah bagi keduanya. Amin.
Sedangkan untuk targetku yang ketiga...waduh..payah banget..capek deh ibnu ni.
Dalam 3 bulan ini, sudah 3 orang akhwat yang menolak untuk berproses denganku...klo ditambah sama yang pas ramadhan berarti ada 4 orang...gimana gak kecapekan cari istri klo begini..he2. Aku bisa memahami alasan mereka semua sih...memang alasanya demi kebaikan semua. Ada yang memang karena sudah punya calon suami, ada yang karena tidak mau tinggal di jogja dan ada yang menolak karena menilai proses yang kujalani tidak sesuai dengan peraturan jama'ah dakwah ini. Untuk alasan pertama dan kedua..aku memang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, tapi untuk alasan yang ketiga...Wuihh..Aku sempat sih mengajukan alasan-alasan dan latar belakangnya kenapa..tapi tetap saja tidak bisa diterima. Ya udah..emang aku baru bisa berpikir dengan alasan kemaslahatan, tapi mereka sudah pada taraf keberkahan (aku memang belum beruntung bisa berjodoh dengan akhwat-akhwat sebaik antum semua). Any way..Aku mendoakan kebaikan untuk antum semua.
Refleksi....
Tahun 2008 ini aku bisa membuat kemajuan yang lumayan untuk ukuran diriku...(aku tidak mengukurnya dengan standar orang lain ya). Aku bisa menyelesaikan studiku, Mendapatkan pekerjaan yang baik, SMK ku mendapatkan murid 2 kelas, aktifitas dakwah mengalami kemajuan yang cukup signifikan di beberapa tempat, Bapak mulai sholat lagi...(ini kado terbaik di hari ultahku di penghujung 2008 ini..alhamdulillah ya Allah), Orang-orang disekitarku sudah mulai menerima dakwah dan ikut berpartisipasi di dalamnya.
Di tahun 2008 ini juga masih ada target yang belum bisa kuraih..belum jadi menikah, mutarabbiku tidak produktif dalam aktifitas takwiniyahnya (tapi alhamdulillah mereka membuat prestasi dalam bidang yang lain..juara LKTM, lulus, langsung kerja trus naik haji, membuat tulisan yang masuk di koran, dll), dan aku belum bisa membangun komunikasi yang baik dengan bapak.
Bersyukur dengan segala yang ada....ingatlah Allah sesuai dengan persangkaan hambaNya, sesungguhnya Allah itu dekat dengan kita. Jika kita mendekati Allah dengan merangkak maka Allah akan mendekati kita dengan berjalan, jika kita mendekati Allah dengan berjalan maka Allah akan mendekati kita dengan berlari, dan jika kita mendekati Allah dengan berlari maka Allah akan medekati kita dengan lebih cepat lagi...demikian pula sebaliknya.
Langganan:
Komentar (Atom)