Selasa, 10 Maret 2026

Pembangunan Masjid Nurul Huda Dukuh Sinduharjo


Pembangunan Masjid Nurul Huda Dukuh Sinduharjo Berlanjut, Warga Hidupkan Semangat Gotong Royong

Dukuh Sinduharjo kembali menyaksikan semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan Masjid Nurul Huda. Masjid yang menjadi pusat kegiatan ibadah dan sosial warga ini memiliki sejarah pembangunan yang panjang, dimulai sejak tahun 1995 dan terus mengalami pengembangan hingga sekarang.

Pembangunan awal Masjid Nurul Huda dimulai pada tahun 1995 atas prakarsa tokoh masyarakat dan warga Dukuh Sinduharjo. Pada masa itu, masyarakat secara swadaya mengumpulkan dana, tenaga, dan material untuk mendirikan bangunan masjid sederhana yang dapat digunakan sebagai tempat shalat berjamaah serta kegiatan keagamaan. Dengan semangat gotong royong yang kuat, bangunan masjid pertama akhirnya dapat berdiri dan menjadi pusat aktivitas keagamaan warga.

Seiring dengan bertambahnya jumlah jamaah dan meningkatnya kebutuhan fasilitas ibadah yang lebih memadai, pembangunan masjid kembali dilanjutkan pada tahun 2005. Pada tahap ini dilakukan beberapa pengembangan, seperti perluasan bangunan utama, perbaikan struktur, serta penambahan fasilitas pendukung. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap dengan dukungan masyarakat, donatur, dan para dermawan yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan masjid.

Kini, pada tahun 2026, pembangunan Masjid Nurul Huda kembali dilanjutkan dengan rencana renovasi dan penyempurnaan bangunan agar lebih representatif dan nyaman bagi jamaah. Program pembangunan ini meliputi peningkatan kualitas struktur bangunan, penataan ruang ibadah yang lebih luas, serta pengembangan fasilitas pendukung seperti tempat wudhu, serambi, dan area kegiatan masyarakat.

Ketua panitia pembangunan menyampaikan bahwa keberlanjutan pembangunan masjid ini merupakan wujud komitmen masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan pusat ibadah di lingkungan mereka. Selain menjadi tempat shalat berjamaah, Masjid Nurul Huda juga diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.

Warga Dukuh Sinduharjo menyambut baik dimulainya kembali pembangunan ini. Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah diwariskan sejak awal pembangunan tahun 1995, masyarakat berharap Masjid Nurul Huda dapat segera selesai dan menjadi kebanggaan bersama sekaligus pusat syiar Islam bagi generasi mendatang.

Jumat, 05 Mei 2017

Strategi Laut Biru

By Alfred Alinazar
Aku teringat sebuah cerita lawas ketika aku masih mahasiswa pada sebuah acara studium general yang diadakan oleh keluarga mahasiswa. Pada acara tersebut, Pak Joko yang menjadi nara sumber pada acara tersebut sempat berkelakar bahwa dia meraih sukses seperti saat ini adalah karena dia dulu bukan mahasiswa yg berprestasi cemerlang. Kemudian Pak Joko yg saat itu menjabat sebagai general manager di Indosat juga menambahkan bahwa seandainya saja dia dulu mahasiswa berprestasi, tentu dia akan sudah menjadi dosen seperti Pak X (dia menyebutkan nama salah seorang dosen yg kebetulan teman seangkatannya)
Aku tidak bermaksud mengatakan bahwa karir sebagai GM itu lebih baik daripada profesi seorang dosen. Hanya kebetulan saja pada saat acara itu digelar, profesi dosen kurang begitu diminati di kalangan mahasiswa sehingga hampir semua mahasiswa yang baru lulus ditawari untuk menjadi dosen lebih banyak yg menolak daripada yang menerimanya. Dengan asumsi profesi tersebut kurang diminati, kelakar Pak Joko yg kebetulan satu almamater denganku ini memberi kesan kepadaku bahwa untuk meraih sukses di dunia kerja (selain dosen), tidak dibutuhkan prestasi akademik yg cemerlang.
Setelah aku lulus kuliah dengan prestasi yg tidak cemerlang (masa kuliah 7 tahun dengan IPK pas-pasan), aku mulai melihat bahwa kelakar Pak Joko itu tidak sepenuhnya gurauan. Pengamatanku atas pengalaman teman-temanku dan diriku sendiri, bahwa ternyata teman-teman yang berprestasi sedang-sedang saja sewaktu kuliah ternyata malah mampu bekerja di perusahaan-perusahaan besar. Sementara teman-teman yang IPK-nya cukup tinggi malah ada yg sempat menganggur dan setelah bekerja juga tidak di tempat yg lebih baik dibandingkan dengan teman-teman yg beprestasi biasa-biasa saja.
Mungkin saja pengamatanku itu hanya pengamatan sepintas, tidak valid, dan fakta-fakta yang aku dapat hanya karena kebetulan. Namun beberapa hari ini aku pikir-pikir lagi dan melihat kemungkinan bahwa orang-orang yg prestasi akademis-nya biasa-biasa saja itu memang memiliki peluang untuk sukses lebih besar daripada orang-orang yg berprestasi cemerlang semasa sekolah.
Mengapa aku bisa berpikiran demikian ? Hal ini terpicu atas pertanyaan salah seorang adik kelasku beberapa hari yang lalu lewat Yahoo Messenger. Dia bertanya,”Bang, gimana caranya bekerja di perusahaan besar jika IPK kita tidak cukup tinggi ?”. Ditambahkan lagi olehnya bahwa dia sedang berusaha melamar di sebuah perusahaan besar. Namun karena begitu banyak mahasiswa yg mendaftar, maka panitia seleksi menaikkan batas minimum IP menjadi 3.5 (kalau nggak salah). Dan karena kenaikan batas minimun tersebut, dia menjadi tidak bisa lolos seleksi awal.
Sebagai mantan mahasiswa yg tidak berprestasi cemerlang, tentu saja aku sering mengalami kejadian serupa dimana aku terhalang atas batasan IPK untuk melamar. Namun kenyataan menunjukkan bahwa aku hampir selalu bisa menemukan cara untuk bisa lolos seleksi dengan menunjukkan kelebihanku pada tim seleksi sehingga aku bisa lolos seleksi.
Apa yang pernah aku lakukan ini mengingatkanku pada “Blue Ocean Strategy” yg baru-baru ini cukup populer di dunia manajemen pemasaran. Strategi laut biru (atau Blue Ocean Strategy) ini adalah sebuah strategi untuk mendapatkan pasar dengan cara membuat pasar baru di mana tidak banyak pemain yang ada di pasar tersebut. Lawan dari strategi laut biru ini adalah Red Ocean Strategy (atau strategi laut merah), yaitu sebuah strategi dimana orang-orang berebut pasar di mana begitu banyak orang yang ingin mendapatkan pasar tersebut dan bertarung saling membunuh satu sama lain sehingga membuat laut menjadi merah karena banyak darah yg tertumpah.
Masa-masa sekolah dan mahasiswa yang selalu aku lewati dengan prestasi yang sedang (jika tidak mau dibilang jelek), membuatku secara tidak sadar memikirkan strategi laut biru. Aliah-alih bersaing mati-matian dengan teman-teman yang rajin belajar dan sering meraih juara, aku memilih untuk mengasah kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh teman-teman beprestasi akademik tersebut. Hasilnya, aku tetap bisa survive hingga saat ini walaupun aku tidak pernah meraih juara satu semasa sekolah dan tidak memiliki rekor akademik yang membanggakan pacar-pacar di masa kuliah.
Strategi laut biru memang menuntut kreatifitas dan kemampuan menciptakan kesempatan. Namun sekali kesempatan itu tercipta, maka peluang untuk menang lebih besar daripada pejuang-pejuang di laut merah karena pemain strategi laut biru bermain di lahan yang tidak ada saingannya. Ketika orang-orang saling berebut dan bersaing jualan bakso, si pemain laut biru berjualan es teh. Sementara Bejo, Gemblong dan Paijo yg sama-sama berjualan bakso mati-matian menurunkan harga untuk menarik pembeli, Midun duduk manis menunggu pelanggan membeli es teh sehabis makan bakso tanpa harus ikut2an menurunkan harga karena tak ada saingannya berjualan teh.
Akhirnya, tampaklah benang merah yang menjelaskan mengapa orang-orang yg tidak beprestasi cemerlang semasa sekolah banyak yg lebih berhasil daripada orang-orang lain yg berprestasi cemerlang sehingga membuat prestasi sekolah tampak tidak relevan dengan keberhasilan di dunia paska sekolah. Hal ini disebabkan karena orang-orang dengan prestasi biasa-biasa aja tersebut telah terasah kemampuannya untuk memainkan strategi laut biru.
Bagaimana dengan teman-teman ? Apakah anda mempunyai mimpi yang tampak sulit dicapai karena begitu banyak saingan yang harus anda kalahkan ?
Jika iya, mungkin sudah saatnya untuk menggunakan strategi laut biru.
Referensi:
Blue Ocean Stragegy - Kim and Mauborgne

Even your shadow will leave you

I got this message in our group, Indonesian students of Yuntech, yesterday from one of visiting professor who teaching at Yuntech this semester. For some reasons, this message is appropriate with my condition. Yesterday I discussed my worries about my supervisors' expectation on me with one of my friend, and I said that I feel I can't fulfill it.
I remember that there were so many things I should ask someone to lend their hand to finish my problem. Someone help me to run the statistics on my thesis when I was in bachelor degree, I need my senior to prepare my teaching material, etc, even now, when I'm working on my PhD here, in Taiwan, there always someone who help me to accompany or ride me when I have to go to some places in Taiwan.  Last year, someone will accompany me, or even picked me when I went to Taichung, Tainan, Kaohsiung. Consequently, when they go back to Indonesia, and I have to accompany new student from Indonesia, I get lost. Sadly, the student which it should be my responsibility, He can solve the problem by his own..hemmm.
I know that I have so many friends and connections,   that I can rely on when I need them. However, it makes me become too dependent on them, I can't solve the problem on my own, and it makes me can't grow up like what I expected, or like what my advisor expected. It give me more pressure.
If I want to achieve like what he said to me, I know I need to give myself some treatments like...I need to prepare myself to be ready stand on the spot (one of my biggest weakness, I don't like to put myself on the spot, but you always put yourself on the hot pot...he2), and I have to be more struggle on my dream, or at least on my plan (like what he said also to my friend during our business trip to Huwei HSR station..Plan your work, Work your plan).
I know and understand these 2 weaknesses, I know I have to solve it....But I always fail, until now.
Struggle, I should learn from 2 people around me now..If I could have their spirit, even only half of it...I believe I can achieve more
Put yourself on the spot, try to be the best, or get the best...I don't know, Maybe Allah arrange this meeting...even only for a short time..it seem like what I feel when I met with my first murabbi, I met with the no 1, and now..they inspire me, give me motivations to move to the next level..to be better, and reaching something I never imagine before (Wish I could make it).
But keep remember this..don't make yourself too rely on others, try to be more independent, everything will goes depend on yourself. (ahhh...but it still too difficult to leave something that become my strength before this)

Rabu, 21 November 2012

Gagap kalo lagi pas di kampung

Sepakat gak dengan judul itu..he2. Iya sih, tidak bisa dipungkiri kalau aktifitasku di kampungku sendiri masih terasa tidak optimal. Salah satunya ya kalo lagi kumpul sama bapak-bapak yang sudah senior itu (padahal sama anak muda yang sebaya juga gagap..). Selain faktor kepribadian yang memang rada cool, aku juga dari dulu memang susah kalo disuruh menggunakan bahasa jawa..jawa halus lagi..susah pokoknya.

Selasa, 20 November 2012

Tumbuhnya semangat baru..sekali lagi.. :)

Selasa sore kemarin bertemu dengan beberapa teman-teman yang lain, sayang sih ada 3 orang yang tidak bisa hadir. Satu orang sejak awal tidak ada keterangan, satu orang lagi mendadak ijin karena persiapan ujian semester, dan satu lagi akhirnya tidak jadi datang karena ban motornya bocor 2x. Tapi fokus pembicaraan tetap harus berjalan. Walaupun hanya ber-3, ditemani sirup sama bakso (gak cocok y..he2) pertemuan kita tetap dilanjutkan.

Senin, 19 November 2012

Kangen sama yang namanya BADKO TPA


Weisss...kayaknya lama banget gak kumpul sama teman-teman BADKO Ngaglik dan juga hal-hal yang berbau TPA...he2. Iya sih, setelah aku memutuskan untuk jadi pengurus saja di BADKO Daerah maka aku jarang kumpul bareng teman-teman di Ngaglik. Udah gitu, di BADKO Daerah kayaknya aku gak pernah dapat undangan deh..(kasian banget...), entah karena ketua bidangku yang tidak aktif ataukah memang karena hal yang lain aku juga gak tahu.

Sukses untuk BKPRMI Kec. Ngemplak


Hari ahad tanggal 18 November 2012, BKPRMI Kec Ngemplak mengadakan kajian untuk remaja masjid yang ada di kecamatan Ngemplak. Kalo tidak salah yang mengisi materi akh nurdin, akh debby, sama akh akhid. Peserta yang hadir berdasarkan presensinya ada 30 orang yang berasal dari perwakilan masjid-masjid yang ada di Kec. Ngemplak. Menurutku sih acaranya sukses. Kalau memang teman-teman merasa nyaman dan lebih semangat dalam membina generasi muda, ya sebaiknya didukung dan perlu untuk fokus. Medan dakwah manapun yang digarap, selama kita bersungguh-sungguh dan komitmen aku yakin akan bisa berhasil dengan baik.

Pusingnya mikirin bola


Beberapa waktu yang lalu teman-teman memutuskan untuk mengambil peluang mengakuisi sebuah tim sepak bola yang berlaga di divisi utama PSS Sleman. Waktu yang mepet dengan jadwal start kompetisi membuat tim yang baru saja dibeli tidak dapat melakukan persiapan dengan maksimal. Sebagai hasilnya, saat ini klub Garuda yang baru saja dibeli memiliki posisi paling bawah di grupnya dan terancam degradasi ke divisi 1. Berdo'a.. :), semoga saja masih bisa bertahan di divisi utama.
Akan tetapi fakta lain yang kudapatkan ketika melihat secara langsung pertandingan kemarin di stadion Tridadi:

Rabu, 24 Maret 2010

Masjidku yang kucinta... 

Hari ahad kemarin ada kerja bakti di kampung. Dengan perasaan agak malas aku berangkat karena Bapak menyuruhku menggantikannya. Ternyata hari ini kerja bakti di masjid. Program yang mau dikerjakan adalah penyiapan untuk pembuatan menara sebelah utara dan balkon lantai 2 bagian utara. Jadi hari ini harus memotong besi, memindah pasir dan menyiapkan beton yang mau dipakai sebagai pondasi.

Wah Berantakan...

Dua hari yang lalu salah seorang temanku menginap dirumah. Beliau menginap dirumah karena mau nglembur mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan keesokan harinya. Dan emang biasa sih beliau menginap di rumahku, dan satu-satunya temanku yang biasa dan boleh menginap dirumahku ya memang beliau ini..he2.

PAY IT FORWARD

Judul di atas sama dengan sebuah judul film yang aku pernah lihat di televisi. Film tersebut sangat menarik dan berkesan bagiku. Ada beberapa inspirasi yang aku dapatkan setelah melihat film tersebut. Dalam film tersebut digambarkan ketika ada seorang guru di elementary scholl memberikan sebuah tugas kepada murid-muridnya. Sang guru memberikan tugas kepada para muridnya untuk membuat sebuah ide kreatif. Tugas yang diberikan adalah, carilah sebuah ide yang jika kalian lakukan maka kalian akan mampu merubah dunia.

Sepak bola indonesia...

“Percaya gak aku sekarang ada dimana?” Aku kirim sebuah sms kepada salah seorang temanku..
“Gak tahu, emang antum ada di mana?” jawab beliau.
“”Aku sedang di stadion maguwoharjo, mo nonton PSS Sleman melawan PSBI Blitar”.
Ya, sore ini aku masuk pertama kali ke stadion sepakbola paling besar di kabupaten sleman. Aku akhirnya masuk ke stadion ini karena mengantar keponakanku Aji yang menjadi anak gawang pada pertandingan kali ini. Kami berangkat dari rumah jam 13.45 kemudian kumpul dengan teman-temannya dari SSB Gelora Muda. Kami sampai di stadion maguwoharjo kurang lebih jam 14.20.

Jumat, 20 November 2009

Kuliah Statistika

Begini rasanya kuliah statistika hari ini...kuliah pertama setelah 3 minggu tidak ikut karena harus ikut AMT, Prajab trus sempat sakit. Aku dah ketinggalan jauh banget kayaknya..kurang bisa mengikuti. Aku datang terlambat 7 menit karena tadi pagi aku main futsal dulu bareng teman-teman. Semalam aku juga tidur agak larut, walaupun tidak terlalu berpengaruh sih karena dah mulai terbiasa tidur agak larut..tapi pagi ini aku belum sarapan, cuma minum susu segelas sama agar-agar satu buah..lapar deh.

Lagian juga bingung mau gimana, sepertinya untuk mata kuliah ini aku juga perlu ikut bimbingan privat lagi seperti yang mata kuliah pemrogaman komputer.
Maaf ya aku menulis yang tidak penting ini..habisnya, dosen menerangkan tapi aku tidak bisa mengikuti..so aku tulis aja apa yang ada dipikiranku.
Temanku yang lain juga kurang perhatian dengan materi yang disampaikan...jangan-jangan mereka juga tidak paham..he2.
Disebelahku, malah mencari lowongan pekerjaan, ada yang buka situs majalah nova, ada yang imel-imelan, ada yang fb an, ada yang betul-betul serius...50% dari peserta kuliah..tapi kayaknya beda juga apa yang ada dalam pikiran beliau dengan apa yang ditulis dosen di papan tulis.

Memang begini sih rasanya kuliah S2, kuliahnya enak dan santai..tapi tugas mandirinya itu loh yang bikin pusing. Sebagai mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri. Terasa sangat berbeda dengan ketika kuliah S1. Berarti nanti kalau S3 mahasiswanya mungkin akan langsung dibiarkan sendiri ya..he2. So..tetap semangat dan terus berjuang.
Tapi teman-teman kuliahku ini kompak banget lho. Program utama kita adalah arisan dan makan-makan..he2. Tiap sabtu pasti menteri keuangan kita mb yulia akan menagih siapa aja yang belum bayar. Trus arisannya dimulai deh. Biasanya juga pada makan bareng, tapi kayaknya khusus yang perempuan coz yang cowok pada kantong kering kali..:).
Kita juga punya markas bareng, tempat jujugan ketika ada tugas yang harus diselesaikan..dimana lagi kalau bukan di samirono..mas yitno's kos.
Udah dulu deh..semoga bisa segera selesai kuliah S2..trus S3..trus jadi profesor..tapi semoga tidak harus berkurang jumlah hiasan paling indah di kepala ini..he2 (bercanda lho).

Rabu, 18 November 2009

SKS (Sistem Kebut Semalam)

Salah satu kehebatan orang Indonesia neh...suatu saat di salah satu kampus di Australia (Semoga suatu saat bisa ke sana ya Allah), ada seorang Dosen memberi tugas kepada para mahasiswanya. Dengan tingkat kesulitan yang cukup lumayan, maka Dosen tersebut memperkirakan bahwa para mahasiswa membutuhkan waktu 1 bulan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Alhasil, mahasiswa-mahasiswa dari negara lain mulai mengerjakan tugasnya sejak minggu pertama. Tapi mahasiswa dari Indonesia santai-santai aja. Ada yang sempat bercanda, “Full turist, part time study..he2”. Namun aneh bin ajaib, pas sehari menjelang dead line mahasiswa dari Indonesia sama sekali gak kelihatan. Trus pas hari H pengumpulan ternyata semua bisa mengumpulkan, termasuk mahasiswa yang dari Indonesia. (Mungkin ini benar-benar terjadi..tapi aku gak berani jamin ya...ok).
Aku gak tahu, tapi memang terkadang muncul energi disaat batas akhir...”The Power of Kepepet” kata salah satu instruktur. Sebuah energi yang membuat seseorang mampu memiliki daya baik cipta, rasa, karsa maupun karya yang maksimal. Dan aku lihat, mayoritas orang disekitarku memilki karakter semacam ini. (Dan sepertinya termasuk diriku ini..he2). Andaikan saja kita bisa menemukan cara bagaimana energi ini bisa terus melekat dalam diri kita dan muncul tanpa harus berada dalam kondisi terpaksa. Hasilnya tentu akan sangat luar biasa.
Sebuah prolog saja sih...Pertengahan bulan November baru ja lewat sehari yang lalu. Desember sudah menunggu di depan mata, pergantian tahun 2009 ke 2010 akan segera hadir. Diawal tahun 2009 aku membuat beberapa target yang ingin kuraih di tahun ini. Aku tidak mengingat semua targetku, sebenarnya sudah aku tuliskan akan tetapi laptopku sempat hilang sehingga aku kehilangan semua file komputer yang aku miliki. Salah satu targetku ya bisa punya laptop, alhamdulillah sudah tercapai. Walaupun sempat hilang, akan tetapi aku sudah bisa mendapatkan gantinya. Seingatku sih, beberapa hal yang ingin kuraih di tahun ini adalah punya laptop, membuat artikel yang dimuat di surat kabar, membuat satu prestasi di kampus, memiliki muwashafat sesuai dengan jenjang yang kumiliki...trus apalagi aku lupa. Aku lupa, aku membuat target menikah tahun ini tidak ya? Sepertinya tidak. Karena dengan kondisi finansialku dan biaya yang harus aku keluarkan untuk menikah dengannya aku perhitungkan saat itu paling bisa tahun 2010.
Dari beberapa target yang ingin kuraih, sepertinya sudah ada yang tercapai. Aku sudah bisa punya laptop, kemudian aku sempat masuk 5 besar untuk tes TOEFL diantara CPNS baru UNY. Tapi aku belum bisa membuat satu artikel pun yang dimuat di surat kabar. Muwashafat yang kumiliki juga cenderung stagnan, bahkan mengalami penurunan. Kalau demikian, apa yang harus aku lakukan di sisa waktu yang masih ada....masih ada 40 hari lagi .
Semoga aku bisa mencobanya ya...aku mulai menulis beberapa materi sesuai dengan mata kuliah yang aku ajar semester ini. Aku mengajar elektronika dasar otomotif. Semoga tahun ini aku sudah bisa membuat kerangka utuhnya, kemudian finishing di tahun 2010. Aku juga akan lebihh rajin lagi dalam kuliah S2ku, dengan kegiatan pelatihan dan prajab membuat agenda kuliahku agak keteteran. Aku juga ingin mencoba mengembalikan kembali standar muwashafat sesuai dengan yang harus kumiliki, paling tidak sama dengan ketika pertama kali aku sedang semangat-semangatnya di barisan da’wah ini. Kelihatannya itu dulu deh...kalau bisa tercapai, aku pikir aku cukup puas dengan apa yang kuraih di tahun 2009 ini.
“Beruntunglah orang-orang yang memperbaharui niatnya di setiap pergantian waktu dan umur serta menemukan Allah disetiap langkahnya, tiada kata terlambat untuk berbuat kebaikan...SEMANGAT ”

Orang paling baik se Sleman...

Pas pertemuan kemarin, pak ali imron sempat berkata begini, “Sebagaimana yang antum semua ketahui, sepeninggal beberapa orang dari markas ini maka hampir semua tugas di ampu oleh satu orang. Oleh karena itu kami mohon kesadarannya...ehm, bukan kesadaran sih tapi saling pengertiannya saja agar semua pengurus mau membantu tugas-tugas yang selama ini dikerjakan oleh beliau”.
Trus beliau melanjutkan lagi, “Misalkan tugas membuatkan minum, membersihkan piring dan gelas, maupun hal-hal lain yang kelihatannya sepele tapi kalau tidak ada yang mengerjakan maka ya tidak akan selesai..terutama yang masih bujang-bujang ni, sifat ta’awunnya semoga di wujudkan”.
Emang sih, sepeninggal pak sru semua kayaknya dikerjakan oleh pak yudi. Apalagi sekarang, asisten utamanya sedang mengadu nasib ke Kalimantan..he2, makin kewalahan deh jadinya. Pak Yudi ni emang keren, baik hati dan tidak sombong.. . Kalau ada orang datang minta tolong pasti segera ditolong, trus jarang banget kelihatan senyum gak enaknya, susah marah. Segalam macam permintaan tolong dari kader pasti diusahakan dipenuhi, mulai dari fotografer pernikahan, antar jemput tim yankes, driver calon manten, jadi sekretaris, nyiapin tempat buat kegiatan DPD, nyariin orang yang mau donor darah, sekarang ditambah jadi bendahara, ngurusin uang, futsal..de el el, pokoknya seabreg pahala deh.
Kok bisa ada ya orang kayak gini, baik banget. Jadi inget sebuah artikel yang ditulis seorang akhwat yang mendeskripsikan para ikhwan di sebuah markas dakwah yang kerjaannya kalau pagi pada tidur, baca koran, nonton TV..he2. Perlu dikenalin dengan pak Yudi tuh akhwat, siapa tahu jadi.....(jadi apa hayo?). Dengan semua kebaikan dan keikhlasan beliau selama ini yang kami lihat, emang wajar deh kalau dulu aku dan nomor 2 ngasih julukan ke beliau, “Orang paling baik se Yogyakarta, eh..se Sleman aja nding”.

Jumat, 13 November 2009

Sebuah inspirasi penyemangat diri...

Dah 3 hari aku mengikuti kegiatan prajab di wisma LPMP Kalasan. Peserta kurang lebih 150 orang dari UGM, UNY dan 2 orang CPNS dari KPU Jawa Timur. Subhanallah..ada banyak hal yang bisa kudapatkan disini...
“Jika mereka bisa kenapa aku tidak!”....
Pengalamanku yang kedua..karena prajab bersama dengan CPNS baru dari UGM, aku bertemu dengan banyak orang baru. Apalagi yang bisa kukatakan.., “Kami tertinggal terlalu banyak dalam berbagai hal”.
Jelas semua CPNS dari UGM tersebut sudah S2, beberapa bahkan sudah Doktor. Ada salah satu yang pertama kali aku ajak kenalan, beliau S1 angkatan 98, tapi sudah S2 di Thailand dan S3 di Jepang. Aku..S2 ja baru semester satu..kuliahnya belum rajin lagi..he2. Makanya,aku jadi semakin bersemangat untuk lebih rajin lagi dalam kuliah S2 ku dan berusaha segera menyelesaikannya. Maksimal 4 tahun lagi aku berharap sudah mampu kuliah S3 dengan mendapatkan beasiswa ke Luar Negeri.
“Jika tidak melakukan penelitian, lalu apa yang kita ajarkan?”
Inspirasi menarik ketiga yang aku dapatkan. Pada hari kedua disaat sedang olah raga pagi, aku berjalan beriringan dengan seorang Dosen dari UGM. Beliau dari Fakultas Pertanian. Kami membicarakan beberapa hal, salah satunya tentang kultur dan budaya kerja di kampus kami masing-masing. Aku sempat bertanya kepada beliau, “Lha kalau ada waktu senggang di kampus, apa yang bapak lakukan?”. Beliau cukup heran dengan pertanyaanku.
“Sepertinya tidak pernah ada waktu senggang deh mas, bisa duduk di depan komputer lebih dari dua jam merupakan sesuatu hal yang sangat mustahil kayaknya bagi kami”. Lalu beliau menambahkan, “Kalau saya memang hanya mendapat beban mengajar 30%, sisanya 70% untuk kegiatan penelitian atau kegiatan kampus lainnya”.
“Bapak meneliti apa? Lalu dananya dapat darimana?”, tanyaku.
“Saat ini saya sedang meneliti tentang salah satu virus tamanan, dananya dari...(beliau menyebut salah satu nama lembaga..aku lupa)” beliau memberikan penjelasan kepadaku.
“Ooohh, gitu ya..kalo di tempat saya, prosentase beban mengajar kami masih dominan, kegiatan penelitian masih sangat jarang” kataku.
Trus keluar deh pertanyaan heran dari beliau, “Lha jika tidak melakukan penelitian, lalu bahan yang digunakan untuk mengajar apa?” 

Rabu, 28 Oktober 2009

Kepompong kupu-kupu

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Orang itu duduk dan mengamati dalam beberapa jam ketika kupu-kupu itu berjuang memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya kupu-kupu itu telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu itu keluar dengan mudahnya. Namun, kupu-kupu itu mempunyai tubuh gembung dan kecil serta sayap-sayapnya mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh kupu-kupu itu, yang mungkin akan berkembang.

Namun semuanya tidak akan pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Kupu-kupu itu tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Ada beberapa hal yang bisa kita ambil sebagai hikmah dari kejadian ini. Perjuangan kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, diri kita tidak akan berkembang. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang.

Yang kedua, bisa jadi niat baik kita terhadap seseorang atau sesuatu hal tidak selalu memberikan kebaikan sebagaimana yang kita harapkan. Bahkan niat baik itu justru semakin membawa keburukan...Hanya kepada Allah lah aku pasrahkan semua persoalan, Engkaulah sebaik-baik tempat kembali.

Minggu, 25 Oktober 2009

Sekedar sebuah catatan

Kemarin aku 2 hari mengikuti pelatihan AMT di Kaliurang...ada beberapa pengalaman menarik yang kudapatkan. Dari segi materi memang aku pernah mendapatkan hampir semua materi yang diberikan dari pelatihan-pelatihan ya ng pernah aku ikuti sebelumnya. Walaupun begitu, aku merasa tetap membutuhkan pelatihan seperti ini untuk menumbuhkan kembali semangat untuk meraih semua mimpi yang ada dalam kepalaku yang mungkin mulai tergerus atau bahkan kehilangan energi untuk meraihnya.

Ketika diminta untuk menuliskan tujuan hidup dan cita-cita yang ingin diraih dimasa depan beserta dengan tingkat kepentingan dan tingkat kesulitan bagi diri kita masing-masing aku jadi ingat kembali dengan cita-cita yang ingin kuraih sejak 2 tahun yang lalu. Tahu gak apa cita-citaku..he2, klo dulu 5 tahun yang lalu ketika pertama kali mendapatkan pelatihan tentang motivasi aku hanya menuliskan secara global, bahwa dalam sekian tahun mendatang aku ingin berkiprah di tingkat Sleman, lalu Jogja, Indonesia dan juga di tingkat Internasional. Kemudian dengan pengalaman dan informasi yang kudapatkan, 3 tahun kemudian aku lebih memfokuskan cita-citaku dengan lebih spesifik menjadi apa supaya bisa berkiprah di Sleman,Jogja, Indonesia dan juga di tingkat dunia. Dan ketika kemarin aku menuliskan lagi cita-citaku itu kemarin, masih seperti yang kutuliskan 2 tahun yang lalu, masih persis sama, dan aku yakin aku masih dalam jalur yang sesuai dengan cita-citaku itu.

Tahu gak apa cita-citaku, di akhir puncak karir formal aku ingin menjadi seorang menteri pendidikan. Tapi ternyata, menurut fasilitator aku memiliki cita-cita yang tinggi tapi semangat untuk meraih prestasiku biasa-biasa aja, bahkan hasrat untuk berkuasaku juga rendah, jadi kebalikan sekali dengan mimpinya..he2. Mau berubah gak akh? 84% keberhasilan kita itu akan tergantung pada diri kita sendiri, dan 16% berikutnya tergantung pada dorongan eksernal.

Kemudian, di pelatihan kali ini satu-satunya cita-citaku yang tingkat kepentingannya tinggi sekali tapi tingkat kesulitannya juga tinggi sekali cuma satu...menikah..he2. Gimana bisa dapat S2, S3 ke Luar Negeri, jadi Profesor atau bahkan jadi menteri pendidikan kalau menikah aja susah..he2.

Yang kedua, di sesi terakhir sebelum tidur ada materi refleksi...Subhanallah, beberapa peserta menangis. Dan ketika mereka menceritakan pengalamannya kenapa mereka bisa tersentuh hatinya, aku harus bilang aku cukup terkejut. Ada beberapa orang yang baru bisa kusadari betapa mereka sangat tegar dengan masalah yang sedang dihadapi. Beliau tetap bisa tersenyum walaupun ayahnya sedang sakit keras dan beliau tidak bisa menemani karena harus bekerja di luar daerah yang ratusan ato bahkan ribuan kilometer jaraknya dari sang ayah. Kemudian ada yang sangat terharu karena belum sempat minta maaf kepada ibunya, dan ia juga tidak bisa pulang idul fitri kemarin. Aku mengenal beliau sudah cukup lama, walau tidak kenal terlalu banyak. Dan mendengar cerita beliau kemarin dan membandingkannya dengan ketika dulu pernah terlibat dalam kegiatan bersama di kampus....subhanallah..beliau memang hebat..the most important is..keep your smile J you are too cool.. L...he2.

insyaAllah aku akan mencoba lebih serius lagi untuk berubah..10 bulan terakhir ini aku banyak menghabiskan waktuku dengan hal yang tidak bermanfaat. Aku telah melukai hati beberapa orang yang sangat baik terhadapku seiring dengan penurunan standarku akan nilai kebaikan yang selama ini kubangun. Memang aku akui, dalam 1,5 tahun terakhir cukup banyak benteng kebaikan yang mulai lepas dariku satu demi satu. Kadang terbersit dalam diriku untuk menyalahkannya, tapi harus kuakui, dia tidak salah sama sekali..semuanya tergantung pd diriku sendiri..mana jalan yang kupilih.

Kamis, 18 Desember 2008

Menikah ternyata (tak) semudah itu

Wah..lama banget gak posting..he2
31 Desember...penghujung tahun 2008.
Pada akhirnya tahun ini akan berganti juga, kemarin tanggal 30 Desember...umurku genap 26 tahun berarti target menikah diusia 25 tahun tidak bisa tercapai.
Iya akhi..di bulan oktober itu aku membuat sebuah target yang harus kucapai sampai dengan akhir desember 2008 ini. Yang pertama aku ingin bekerja di industri di daerah bekasi atau yang kedua aku ingin diterima jadi PNS dan yang ketiga ingin menikah. Dan pada akhirnya dengan semua usaha yang sudah kulakukan aku baru bisa meraih target pertama dan kedua, sedangkan yang ketiga masih belum bisa kuraih.
Alhamdulillah aku diterima jadi PNS di UNY, belum resmi sih karena masih harus menunggu SK turun. Mungkin nanti sekitar bulan april baru bisa turun SKnya. Aku tidak menyangka bahwa aku bisa diterima kalau aku mengingat saingan-saingan yang ikut ujian tes dosen bareng aku. Ada alumni lulusan tercepat di kampus, ada mahasiswa berprestasi yang cum laude, ada mahasiswa S2 yang tinggal mengikuti ujian tesisnya...tapi kok yang diterima ibnu. Apalagi klo mengingat proses ujian tahap kedua yang aku lalui. yang pertama pada saat tes TOEFL...ini TOEFL pertamaku, aku bahkan belum pernah ikut tes TOEFL sama sekali. Sedangkan yang lain ada yang sudah ikut tes 2 kali bahkan 4 kali. Aku sendiri ramadhan kemarin ikut les bahasa inggris tapi cuma istiqomah 2 minggu, habis itu juga bolosan...lagipula pas ujian, malamnya aku malah liqo sampai jam 01.00 dinihari di Bantul dan tidak bisa full mempersiapkan diri. aku jadi penasaran, berapa ya skor TOEFL ku di ujian kemarin (aku penasaran banget).
Tes yang kedua lebih mengherankan lagi kayaknya...he2. Dari 3 dosen yang menguji kami semua..aku juga tidak bisa menjawab dengan maksimal..(walau aku tahu peserta yang lain juga sama saja..). Apalagi pas pertanyaan terakhir dari PD II.."Klo menghadapi mahasiswa yang bermasalah, susah diatur, nakal, dll..apa yang akan anda lakukan?". Dengan PeDenya aku menjawab,"Boleh bercanda pak...klo ada anak yang kayak gitu sih akan saya suruh dia mengaji pak...he2". Ketawa deh para penguji..Dalam pikiran bapak-bapak itu, anaknya bakal aku suruh baca al qur'an..tapi sebenarnya aku akan me-liqoi anak itu..he2.
By the way..semoga ya amanah ini bisa memberikan kebaikan bagi ibnu, sebagaimana do'a yang kubaca dalam sholatku 3 bulan terakhir ini...Ya Allah yang maha kaya, yang mengatur rizky setiap hambaNya..aku mohon kepadaMu supaya bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa meningkatkan derajatku di mataMu dan di mata masyarakat, bisa meneguhkan peran da'wahku ditengah-tengah masyarakatku dan membawa kebaikan bagi keluargaku, memberikan kebanggaan bagi orang tuaku dan membawa hidayah bagi keduanya. Amin.
Sedangkan untuk targetku yang ketiga...waduh..payah banget..capek deh ibnu ni.
Dalam 3 bulan ini, sudah 3 orang akhwat yang menolak untuk berproses denganku...klo ditambah sama yang pas ramadhan berarti ada 4 orang...gimana gak kecapekan cari istri klo begini..he2. Aku bisa memahami alasan mereka semua sih...memang alasanya demi kebaikan semua. Ada yang memang karena sudah punya calon suami, ada yang karena tidak mau tinggal di jogja dan ada yang menolak karena menilai proses yang kujalani tidak sesuai dengan peraturan jama'ah dakwah ini. Untuk alasan pertama dan kedua..aku memang tidak bisa berbuat apa-apa lagi, tapi untuk alasan yang ketiga...Wuihh..Aku sempat sih mengajukan alasan-alasan dan latar belakangnya kenapa..tapi tetap saja tidak bisa diterima. Ya udah..emang aku baru bisa berpikir dengan alasan kemaslahatan, tapi mereka sudah pada taraf keberkahan (aku memang belum beruntung bisa berjodoh dengan akhwat-akhwat sebaik antum semua). Any way..Aku mendoakan kebaikan untuk antum semua.
Refleksi....
Tahun 2008 ini aku bisa membuat kemajuan yang lumayan untuk ukuran diriku...(aku tidak mengukurnya dengan standar orang lain ya). Aku bisa menyelesaikan studiku, Mendapatkan pekerjaan yang baik, SMK ku mendapatkan murid 2 kelas, aktifitas dakwah mengalami kemajuan yang cukup signifikan di beberapa tempat, Bapak mulai sholat lagi...(ini kado terbaik di hari ultahku di penghujung 2008 ini..alhamdulillah ya Allah), Orang-orang disekitarku sudah mulai menerima dakwah dan ikut berpartisipasi di dalamnya.
Di tahun 2008 ini juga masih ada target yang belum bisa kuraih..belum jadi menikah, mutarabbiku tidak produktif dalam aktifitas takwiniyahnya (tapi alhamdulillah mereka membuat prestasi dalam bidang yang lain..juara LKTM, lulus, langsung kerja trus naik haji, membuat tulisan yang masuk di koran, dll), dan aku belum bisa membangun komunikasi yang baik dengan bapak.
Bersyukur dengan segala yang ada....ingatlah Allah sesuai dengan persangkaan hambaNya, sesungguhnya Allah itu dekat dengan kita. Jika kita mendekati Allah dengan merangkak maka Allah akan mendekati kita dengan berjalan, jika kita mendekati Allah dengan berjalan maka Allah akan mendekati kita dengan berlari, dan jika kita mendekati Allah dengan berlari maka Allah akan medekati kita dengan lebih cepat lagi...demikian pula sebaliknya.

Rabu, 03 Desember 2008

Untukmu Ibu

"Bu, boleh tidak aku ikut ujian PNS di lampung? Kalo boleh besok pagi aku harus berangkat karena ujiannya tanggal 30 november", Pertanyaan ini aku ajukan kepada Ibuku kira-kira 1 minggu yang lalu. Ibu terdiam sebentar dan sempat melirik ke aku, kemudian dia berkata kepadaku dengan memakai bahasa jawa, "Kowe ki kok yo kabeh-kabeh dimeloni tho lhe..mbok uwes sing cerak wae, nek kepengene bapak karo ibu ki ya koe nek gelem neruske kuliah wae trus sesok kerjo neng kene". Aku sempat melihat mata Ibu yang menahan haru, mungkin dia tidak tega melihat anak laki-laki satu-satunya yang sampai sekarang belum bisa berhasil dengan berbagai usaha yang telah di jalani selama ini. Sedih sih emang...Aku jadi ingat ketika 2 bulan yang lalu aku minta Ibu untuk mendoakanku supaya bisa berhasil, setelah permintaanku itu Ibu kembali rajin sholat tahajud tiap malam. Kadang aku menemaninya sholat dan melihat bagaimana kesungguhan Ibu berdo'a demi anaknya ini.
Ibuku ini memang hebat banget...tiap hari bangun sebelum shubuh, trus nyiapin makanan, kadang ke pasar untuk menjual hasil sawah, trus ngerjakan pekerjaan rumah, habis itu trus ke sawah sampai siang, pulang untuk nyiapkan makan siang dan istirahat sebentar, habis itu pergi ke sawah lagi sampai sore. Sore pulang dari sawah biasanya menyiapkan makan malam, trus beliau sendiri biasanya menata hasil sawah yang mau di jual ke pasar besok pagi. Hampir seperti itu terus kesibukannya sehari-hari kalau tidak ada kepentingan acara ke luar rumah.
Dulu Ibu juga paling sering menunggu aku pulang. Dengan berbagai aktifitas yang kujalani, Aku pulang tidak tentu jamnya setiap malam, kadang aku pulang jam 9, 10 atau bahkan kadang lewat tengah malam. Biasanya kalau aku datang, Ibu akan membukakan pintu buat aku. Sementara aku ganti baju, Ibu akan menghangatkan makan malam yang disisakan buat aku. Habis itu aku akan makan sambil menghidupkan televisi, dan Ibu akan menemani sampai aku selesai makan. Setelah aku makan, Ibu akan berkata, "Sudah jangan tidur malam-malam, tubuhnya dipakai buat istrirahat". Setelah itu beliau akan kembali ke kamarnya untuk istirahat. Aku sendiri masih meneruskan menonton siaran televisi sampai rasa kantuk menghampiriku atau bahkan gantian aku yang di tonton sama TV....he2.
Ibu juga yang selalu membuatkan susu untuk semua anggota keluargaku di pagi hari, ya kalau pas lagi punya uang buat beli susu..he2. Terkadang aku yang sok sibuk ini lupa meminum segelas susu buatan ibu. Kalau Ibu pas masih dirumah pagi itu, maka Ibu akan mengejar dan memaksaku menghabiskan segelas susu itu. "Susunya diminum, lihat itu mbah darmo sudah tua tapi masih sehat karena dulu rajin minum susu", atau "Kamu itu kan sering donor darah, mbok ya tubuhnya diberi perhatian", atau kalimat-kalimat lain yang beliau supaya aku jangan lupa untuk meminum susu buatannya. Semua kata-kata itu Ibu ucapkan pakai bahasa jawa lho...cuma aku tidak bisa menuliskannya. Atau kalau ibu sudah pergi ke sawah dan siang harinya menemukan susu itu masih utuh, maka tanda-tanda pas pulang ke rumah aku bakal dimarahi.
Ya begitulah ibuku...baek banget sama aku..pokoknya hebat deh.
Masih banyak sih kehebatan ibuku yang lain...tapi ini dululah yang aku tulis.
Tulisan ini aku dedikasikan kepada seseorang yang demikian mencintai orang tuanya, menginginkan kebaikan bagi orang tuanya dan beliau juga yang telah melembutkan hatiku yang sudah sekian lama mengeras sehingga sulit mengeluarkan air mata. Jazakallah khoir deh untuk semuanya.